5 Kebiasaan Saat Overthinking yang Bisa Mengganggu Kesehatan
- unsplash.com
Olret – Pikiran yang terus berputar sering kali terasa sulit dihentikan. Baru berbaring di tempat tidur, otak mulai memutar ulang percakapan tadi siang. Belum selesai memikirkan satu masalah, muncul kekhawatiran lain tentang pekerjaan, hubungan, uang, atau masa depan.
Masalahnya, overthinking tidak selalu berhenti di kepala. Ketika berlangsung terus-menerus, seseorang bisa mengubah pola tidur, makan, hingga cara menjalani aktivitas sehari-hari. Beberapa kebiasaan yang muncul saat terlalu banyak berpikir bahkan dapat ikut mengganggu kesehatan. Berikut ini diantaranya:
1. Begadang karena Terus Memikirkan Sesuatu
“Sebentar lagi tidur” bisa berubah menjadi satu jam hanya karena terus memikirkan berbagai kemungkinan. Pikiran yang aktif membuat tubuh sulit benar-benar rileks.
Jika kebiasaan ini berlangsung terus, waktu tidur bisa berkurang dan kualitas istirahat ikut terganggu. Padahal, tidur berperan penting dalam pemulihan tubuh, pengaturan suasana hati, konsentrasi, dan fungsi tubuh lainnya.
2. Terus Mengecek HP untuk Mencari Kepastian
Saat overthinking, seseorang mungkin terdorong membuka chat berulang kali, mengecek media sosial, membaca ulang pesan, atau mencari informasi di internet.
Tujuannya biasanya untuk mendapatkan kepastian. Sayangnya, terlalu banyak informasi justru dapat membuat pikiran semakin penuh. Apalagi jika dilakukan menjelang tidur, paparan layar dan aktivitas mental tersebut dapat membuat tubuh semakin sulit masuk ke kondisi istirahat.
3. Makan Sembarangan atau Justru Lupa Makan
Stres dan pikiran yang terus aktif dapat memengaruhi pola makan. Ada orang yang mencari makanan sebagai bentuk kenyamanan, sementara yang lain justru kehilangan selera dan melewatkan waktu makan.
Jika terjadi berulang, pola makan yang tidak teratur dapat membuat tubuh kekurangan asupan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk beraktivitas.
4. Mengandalkan Kafein agar Tetap Bisa Beraktivitas
Ketika kurang tidur akibat overthinking, kopi atau minuman berkafein sering menjadi jalan keluar agar tetap bisa bekerja dan beraktivitas.
Masalahnya, konsumsi kafein terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang semakin sulit tidur. Akibatnya terbentuk siklus yang tidak menyenangkan: banyak pikiran membuat sulit tidur, kurang tidur membuat tubuh lelah, lalu kafein digunakan untuk bertahan dan tidur kembali terganggu.