April adalah Bulan Kesadaran Kanker Esofagus
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Bulan Kesadaran Kanker Esofagus membantu menyebarluaskan informasi mengenai kanker esofagus. Jenis kanker ini menyerang esofagus, yaitu saluran tempat makanan bergerak dari mulut menuju lambung.
Kanker esofagus terjadi ketika tumor tumbuh di bagian mana pun di sepanjang esofagus, yaitu saluran berotot yang menghubungkan mulut dengan lambung.
Jika jenis kanker ini terdeteksi sejak dini, pengobatan dapat berjalan efektif dan prognosisnya pun lebih baik. Namun, kebanyakan orang baru mendapatkan diagnosis setelah kanker esofagus mencapai stadium lanjut.
Selama bulan April, yang merupakan Bulan Kesadaran Kanker Esofagus, orang-orang mengenakan pakaian atau pita berwarna periwinkle (biru keunguan) sebagai bentuk dukungan.
Bagaimana Anda Bisa Terlibat
Berikut adalah beberapa saran untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker esofagus dari Esophageal Cancer Awareness Network (ECAN):
- Ajukan permohonan kepada pemerintah negara bagian Anda agar secara resmi menetapkan bulan April sebagai Bulan Kesadaran Kanker Esofagus.
- Kenakan warna periwinkle (biru keunguan muda), yang merupakan warna simbol kesadaran kanker esofagus.
- Berpartisipasilah dalam acara lari virtual "Steps to Save Lives 5K" yang diselenggarakan oleh ECAN selama bulan April.
- Buatlah pencahayaan berwarna biru periwinkle yang menerangi langit malam dengan menghubungi pengelola gedung, jembatan, atau tengara (landmark) di kota Anda.
Berikut adalah daftar lokasi potensial di setiap negara bagian yang kemungkinan bersedia menyalakan lampu untuk mendukung kesadaran kanker esofagus.
- Bagikan kisah Anda kepada media setempat.
- Pertimbangkan untuk mengadakan acara peningkatan kesadaran atau memasang papan informasi di halaman rumah.
Apa Itu Kanker Kerongkongan
Kerongkongan adalah saluran berotot yang berongga, yang menghubungkan mulut dengan lambung. Saluran ini terletak di antara tulang belakang dan tenggorokan (trakea).
Terdapat cincin jaringan otot di bagian atas dan bawah saluran berlapis-lapis yang memiliki panjang sekitar 10 hingga 14 inci ini.
Kanker kerongkongan terjadi ketika sel-sel yang melapisi kerongkongan tumbuh secara tidak terkendali.
Kanker ini dapat muncul di bagian mana pun pada kerongkongan dan biasanya berkembang dari lapisan dalam menuju lapisan luar. Terdapat tiga jenis utama kanker kerongkongan:
1. Adenokarsinoma
Kanker yang bermula pada sel penghasil lendir (sel kelenjar) disebut adenokarsinoma. Adenokarsinoma sering ditemukan di sepertiga bagian bawah kerongkongan (esofagus toraks bagian bawah).
Pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, seperti esofagus Barrett, sel kelenjar mulai menggantikan sel skuamosa di bagian bawah kerongkongan, dan hal ini dapat memicu timbulnya adenokarsinoma.
Hal ini terjadi karena, pada kondisi-kondisi tersebut, asam lambung naik kembali (refluks) ke bagian bawah kerongkongan. Kondisi ini pada akhirnya mengubah sel kelenjar di area tersebut, sehingga sel-sel itu lebih rentan berkembang menjadi kanker.
Dalam kasus lain, terdapat tumor gastroesophageal junction (pertemuan antara kerongkongan dan lambung), yaitu tumor lambung yang muncul di dekat titik pertemuan kerongkongan dengan lambung.
Namun, karakteristik tumor ini lebih menyerupai kanker esofagus jenis adenokarsinoma dibandingkan kanker lambung.
2. Karsinoma sel skuamosa
Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker yang menyerang lapisan paling luar dari dinding kerongkongan (esofagus). Meskipun dapat terjadi di bagian mana pun sepanjang kerongkongan, kanker ini biasanya muncul di bagian atas kerongkongan, yaitu di area leher.
Dahulu, ini merupakan jenis kanker kerongkongan yang paling umum, namun saat ini sekitar 30 persen penderita kanker kerongkongan mengidap jenis kanker ini.
3. Kanker esofagus yang langka
Beberapa jenis kanker lain yang bukan kanker esofagus tetapi bermula di esofagus. Kanker langka ini meliputi:
- limfoma.
- melanoma.
- sarkoma.
Apa Saja Tanda dan Gejala Kanker Kerongkongan
Penderita kanker esofagus biasanya baru mendapatkan diagnosis setelah muncul tanda atau gejala, yang mungkin tidak timbul hingga kanker mencapai stadium lanjut.
Tanda dan gejala tersebut meliputi:
- kesulitan menelan.
- batuk kronis.
- suara serak.
- penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- nyeri dada.
- muntah.
- tinja berwarna hitam (akibat perdarahan di esofagus).
- nyeri tulang (jika kanker menyebar ke tulang).
Bagaimana Prospek bagi Penderita Kanker Kerongkongan
Prognosis bagi penderita kanker esofagus bergantung pada berbagai faktor, seperti lokasi tumor di dalam tubuh, apakah kanker telah menyebar ke area lain, serta bagaimana respons tubuh terhadap pengobatan.
Berdasarkan data pasien kanker esofagus sebelumnya, NCI memperkirakan bahwa tingkat kelangsungan hidup 5 tahun bagi penderita kanker esofagus berkisar antara 5 persen hingga 47 persen. Jika kanker ditemukan sejak dini saat ukurannya masih kecil, prognosisnya menjadi lebih baik.
Jadi itulah penjelasan mengenai April adalah bulan kesadaran kanker esofagus. Diperingati sebagai bulan kesadaran kanker esofagus ini maka di bulan April banyak penjelasan dan ilmu terkait kanker kerongkongan.