5 Tanda dan Gejala Kekurangan Protein

Gejala kekurangan protein
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Olret – Beberapa tanda dan gejala kekurangan protein antara lain edema, rambut rontok, rasa lapar yang meningkat, serta infeksi yang lebih parah.

img_title Berapa Banyak Protein yang Sebaiknya Anda Konsumsi Setiap Hari?

Protein merupakan salah satu komponen pembangun utama tubuh. Zat ini memegang peranan penting dalam struktur dan fungsi otot, kulit, enzim, dan hormon.

Kekurangan protein terjadi ketika asupan protein Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh.

img_title 5 Alasan Ilmiah untuk Mengonsumsi Lebih Banyak Asupan Protein

Meskipun kekurangan protein yang parah jarang terjadi di negara-negara Barat, sebagian orang mendapatkan asupan protein yang sangat rendah dari pola makan mereka. Kondisi ini dapat memengaruhi hampir seluruh aspek fungsi tubuh dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Bentuk kekurangan protein yang paling parah dikenal sebagai kwashiorkor. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak di negara berkembang, tempat masalah gizi buruk dan pola makan yang tidak seimbang lebih umum ditemui.

img_title Apakah Berbahaya Mengonsumsi Terlalu Banyak Protein?

Gejala kekurangan protein dapat mulai muncul bahkan ketika tingkat kekurangannya masih tergolong ringan.

Artikel ini menguraikan 5 gejala akibat rendahnya asupan protein atau kekurangan protein.

1. Edema

Edema adalah kondisi yang ditandai dengan kulit yang membengkak dan tampak menggembung. Ini merupakan gejala klasik dari kwashiorkor.

Para peneliti menduga kondisi ini mungkin disebabkan oleh rendahnya kadar albumin serum manusia, yaitu protein yang paling melimpah dalam bagian cair darah atau plasma darah.

Salah satu fungsi utama albumin adalah menjaga tekanan onkotik, yaitu gaya yang menarik cairan ke dalam sirkulasi darah.

Dengan demikian, albumin mencegah penumpukan cairan yang berlebihan di dalam jaringan atau kompartemen tubuh lainnya. 

Akibat rendahnya kadar albumin serum manusia, kekurangan protein yang parah menyebabkan penurunan tekanan onkotik. Hasilnya, cairan menumpuk di dalam jaringan dan menyebabkan pembengkakan.

Perlu diingat bahwa edema merupakan gejala kekurangan protein yang parah, kondisi yang jarang terjadi di negara-negara maju.

2. Perlemakan hati

Gejala lain dari kwashiorkor adalah perlemakan hati, atau penumpukan lemak di dalam sel-sel hati.

Kekurangan protein telah dikaitkan dengan penyakit perlemakan hati di negara-negara berkembang. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan, jaringan parut pada hati, dan berpotensi menyebabkan gagal hati.

Halaman Selanjutnya
img_title