Kurangi Risiko Terkena Flu, Bagaimana Caranya?

Kurangi risiko terkena flu
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Olret – Mulai dari vaksin flu hingga kebiasaan yang meningkatkan kekebalan tubuh, berbagai strategi ini dapat membantu mengurangi risiko Anda terkena flu secara signifikan pada musim ini.

img_title Jalan Kaki 15 Menit Setiap Hari Dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Secara Signifikan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), musim flu terjadi setiap musim gugur dan musim dingin, dengan puncak aktivitas berlangsung dari bulan Desember hingga Februari.

Melakukan langkah-langkah pencegahan tertentu dapat membantu melindungi diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda dari penyakit serius.

img_title Beginilah Seberapa Cepat Anda Harus Berjalan untuk Membantu Menurunkan Risiko Kematian

Meskipun flu tidak dapat dihindari sepenuhnya, terdapat berbagai strategi untuk membantu mencegah penyebaran virus tersebut.

Strategi Pencegahan Flu

img_title Serat: Seberapa Banyak dan Apa yang Sebaiknya Kita Konsumsi untuk Mencegah Penyakit

Strategi-strategi penting ini dapat membantu Anda terhindar dari flu.

1. Dapatkan vaksin flu

Efektivitas vaksin flu bervariasi, namun vaksin ini tetap merupakan langkah pencegahan terbaik untuk menghindari flu.

Anda dapat dengan mudah menjadwalkan pemberian vaksin flu di tempat praktik dokter, apotek setempat, atau puskesmas. Vaksin ini juga tersedia di banyak toko obat dan klinik di pusat perbelanjaan tanpa perlu membuat janji temu terlebih dahulu.

Vaksin flu biasanya diberikan melalui suntikan, umumnya pada bagian lengan. Akan tetapi, sebagian orang mungkin juga bisa mendapatkan jenis vaksin flu lainnya, seperti semprotan hidung atau alat injeksi tanpa jarum (jet injector).

Tersedia berbagai formulasi vaksin flu yang bertujuan untuk:

- melindungi Anda dari beberapa jenis (strain) virus influenza sekaligus.

- memberikan dosis vaksin yang lebih tinggi guna memicu respons kekebalan tubuh yang lebih kuat pada orang berusia 65 tahun ke atas.

- memberikan perlindungan bagi orang yang memiliki alergi tertentu terhadap kandungan dalam vaksin flu biasa.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan agar setiap orang berusia 6 bulan ke atas mendapatkan vaksin ini pada musim gugur, idealnya paling lambat akhir Oktober. 

Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan yang paling tepat untuk Anda, terutama jika Anda sudah lanjut usia, memiliki alergi parah terhadap telur atau merkuri, atau pernah mengalami reaksi alergi terhadap vaksin flu sebelumnya.

2. Cuci tangan Anda hingga bersih dengan sabun dan air

Kebersihan tangan yang baik dapat membantu melindungi Anda dari penyakit pernapasan seperti flu. Tangan Anda lebih sering bersentuhan dengan kuman dari lingkungan sekitar dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Saat tangan Anda bersentuhan dengan kuman lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut, terdapat risiko kuman tersebut berpindah ke saluran pernapasan dan menyebabkan Anda jatuh sakit.

Untuk membantu mengurangi risiko terkena flu, cucilah tangan Anda secara menyeluruh beberapa kali sehari, terutama:

- setelah bersentuhan dengan permukaan yang kebersihannya meragukan.

- setelah menggunakan toilet, membantu anak menggunakan toilet, atau mengganti popok.

- sebelum menyentuh mulut atau wajah Anda.

- setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.

- sebelum dan sesudah menyiapkan serta menyantap makanan.

- saat merawat orang terkasih yang sedang sakit.

- saat merawat luka terbuka.

- setelah bersentuhan dengan hewan, ataupun makanan atau kotoran hewan tersebut.

Sebaiknya cuci tangan dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol untuk membantu meminimalkan paparan kuman.

3. Hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda

Meskipun Anda rutin mencuci tangan, tangan Anda tidak akan selalu bersih setiap saat sepanjang hari. Oleh karena itu, penting untuk menghindari menyentuh bagian tubuh yang paling mudah menyerap kuman, seperti:

- mata.

- mulut.

- hidung.

Orang yang memiliki kebiasaan menggigit kuku berisiko lebih tinggi menelan kuman dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. 

Jadi, jika Anda belum bisa menghentikan kebiasaan tersebut, berusahalah lebih keras untuk tidak menggigit kuku saat berada di tempat umum.

4. Disinfeksi permukaan yang sering disentuh

Anda mungkin mengira Anda aman dari paparan virus influenza saat berada di rumah, namun anggapan itu keliru. Area yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan permukaan meja, terutama di dapur dan kamar mandi dipenuhi oleh kuman.

Jika Anda menyiapkan camilan di permukaan yang terkontaminasi, ada kemungkinan besar Anda akan menelan kuman-kuman tersebut. Benda apa pun yang sering digunakan sebaiknya dibersihkan dan disanitasi secara rutin, termasuk:

- mainan anak-anak.

- permukaan meja dapur (countertop).

- pegangan lemari atau laci.

- gagang pintu.

- keran air.

5. Hindari tempat umum yang ramai

Selama musim flu, sebaiknya hindari kerumunan yang tidak perlu dan perjalanan yang berlebihan. Kedua situasi tersebut dapat membuat Anda berada di ruang sempit yang terkadang tidak memiliki ventilasi memadai bersama banyak orang lain. 

Tempat-tempat yang memiliki risiko tertinggi penularan flu adalah lokasi yang banyak dikunjungi anak-anak atau lansia, karena kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi tertular virus flu.

Jika Anda harus pergi ke tempat ramai selama puncak musim flu, pastikan untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan baik. Lakukan langkah-langkah berikut:

- Terapkan pembatasan fisik.

- Kenakan penutup wajah.

- Bawa cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

- Hindari menyentuh mulut, hidung, dan mata Anda.

- Gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan permukaan yang Anda sentuh, seperti pegangan tangan, sandaran lengan, dan troli belanja.

Jika Anda merasa mungkin terkena flu, usahakan untuk tetap di rumah guna mencegah penyebaran virus kepada orang lain.

Gejala Flu

Jika Anda terpapar virus influenza, gejala dapat muncul dalam waktu 2 hingga 4 hari. Gejala flu bisa timbul secara tiba-tiba dan meliputi:

- demam.

- menggigil.

- batuk kering.

- sakit tenggorokan.

- hidung tersumbat atau berair.

- sakit kepala.

- nyeri tubuh.

- kelelahan.

Gejala flu dapat tumpang tindih dengan sejumlah infeksi saluran pernapasan lainnya, termasuk pilek biasa atau COVID-19. Pada kasus flu, gejala-gejala ini biasanya akan membaik setelah 3 hingga 7 hari.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, pastikan untuk melakukan isolasi mandiri, mengenakan masker, dan menjaga kebersihan diri sembari menunggu hasil tes Anda.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis

Kebanyakan orang yang terkena flu mengalami gejala ringan yang membaik dengan sendirinya. Gejala flu biasanya membaik setelah satu minggu, namun beberapa gejala, seperti rasa lelah, mungkin masih menetap.

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

- sesak napas.

- batuk berdahak berwarna kuning, hijau, atau cokelat.

- nyeri dada yang tajam saat menarik napas.

- sakit telinga.

- demam di atas 103°F (39,4°C).

- rasa pening atau pingsan.

Menurut CDC, kelompok orang berikut ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat flu dan sebaiknya mempertimbangkan untuk menghubungi dokter jika mereka terkena flu:

- orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.

- anak-anak di bawah usia 2 tahun.

- orang yang memiliki masalah paru-paru seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau fibrosis kistik.

- orang yang memiliki kondisi serius seperti penyakit jantung, diabetes, kelainan darah, penyakit ginjal, atau gangguan hati.

- orang dengan indeks massa tubuh (IMT) 40 atau lebih tinggi.

- orang dengan gangguan neurologis atau kondisi perkembangan saraf.

- orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti steroid atau obat kanker.

- wanita hamil.

Komplikasi flu, seperti pneumonia, dapat mengancam jiwa. Jangan mengambil risiko, hubungi dokter jika Anda memiliki kekhawatiran apa pun.

Jadi itulah penjelasan mengenai kurangi risiko terkena flu, bagaimana caranya. Jika Anda jatuh sakit, beristirahatlah, cukupi kebutuhan cairan tubuh, gunakan obat-obatan yang dijual bebas sesuai kebutuhan, dan hubungi dokter untuk berkonsultasi mengenai kemungkinan pengobatan antivirus.