Multitasking Sering Menurunkan Fokus? Ini Faktanya

Multitasking Kantor
Sumber :
  • freepik.com

Olret – Banyak orang merasa bangga ketika bisa mengerjakan beberapa hal sekaligus. Membalas chat sambil bekerja, mendengarkan podcast saat mengerjakan laporan, atau membuka banyak tab browser dalam waktu bersamaan sering dianggap sebagai tanda produktivitas.

img_title Kenapa Nafsu Makan Bisa Berubah Saat Sedang Stres

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa multitasking tidak selalu membuat pekerjaan selesai lebih cepat. Dalam banyak kasus, kebiasaan ini justru dapat menurunkan fokus, meningkatkan kesalahan, dan membuat otak lebih cepat lelah.

Lalu, mengapa multitasking bisa berdampak seperti itu?

img_title Perbedaan Petani dan Buruh Tani yang Sering Dianggap Sama

Otak Sebenarnya Tidak Benar-Benar Multitasking

Banyak orang mengira otak mampu mengerjakan beberapa tugas yang membutuhkan perhatian penuh secara bersamaan. Faktanya, otak lebih sering melakukan apa yang disebut sebagai task switching, yaitu berpindah dengan cepat dari satu tugas ke tugas lainnya.

img_title 5 Kebiasaan di Rumah yang Ternyata Membentuk Cara Anak Memperlakukan Orang Lain

Saat sedang mengetik laporan lalu tiba-tiba membalas pesan masuk, otak harus menghentikan fokus pada pekerjaan pertama dan mengalihkan perhatian ke pekerjaan kedua. Setelah itu, otak perlu waktu lagi untuk kembali fokus pada tugas awal.

Proses perpindahan ini mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi jika terjadi berulang kali sepanjang hari, dampaknya bisa cukup besar terhadap produktivitas.

Fokus Menjadi Terpecah

Bayangkan sedang membaca sebuah buku yang menarik, lalu setiap satu menit ada seseorang yang mengajak berbicara. Tentu akan lebih sulit memahami isi buku tersebut.

Hal yang sama terjadi ketika multitasking. Setiap gangguan membuat konsentrasi terputus dan otak harus bekerja lebih keras untuk mengingat kembali apa yang sedang dikerjakan sebelumnya.

Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam 30 menit bisa memakan waktu lebih lama karena perhatian terus terpecah.

Risiko Kesalahan Lebih Tinggi

Ketika perhatian terbagi ke banyak hal, kemungkinan melakukan kesalahan juga meningkat.

Contohnya, seseorang yang mencoba membalas email sambil mengikuti rapat online mungkin melewatkan informasi penting dari rapat tersebut. Sebaliknya, isi email yang dikirim juga berisiko kurang teliti karena perhatian tidak sepenuhnya tertuju pada satu tugas.

Semakin kompleks pekerjaan yang dilakukan, semakin besar pula peluang terjadinya kesalahan akibat multitasking.

Otak Lebih Cepat Lelah

Halaman Selanjutnya
img_title