Apa Itu Keracunan Protein? Berikut Penjelasannya

Keracunan protein
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Namun, perlu diingat bahwa hanya ada sedikit penelitian yang secara khusus mengkaji gejala, komplikasi, dan prognosis dari keracunan protein.

img_title Tips Camilan Praktis dan Sehat untuk Dibawa Bepergian

Apa Penyebab Keracunan Protein

Keracunan protein terjadi ketika asupan kalori Anda sebagian besar berasal dari protein, sementara asupan nutrisi lainnya dalam pola makan Anda terbatas.

img_title Mengapa Hal Sepele Terasa Menyebalkan Saat Kita Sedang Banyak Pikiran? Ini Penjelasannya

Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh Anda membutuhkan kombinasi seimbang antara makronutrien dan mikronutrien, termasuk:

- protein.

img_title Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Sakit Kepala dan Menopause

- karbohidrat.

- lemak.

- vitamin.

- mineral.

Meskipun Anda mendapatkan kalori yang cukup dari satu jenis makronutrien, menjaga keseimbangan asupan nutrisi tetaplah penting demi kesehatan yang optimal.

Seberapa Banyak Asupan Protein yang Dapat Menyebabkan Keracunan Protein

Tidak ada pedoman atau ambang batas resmi mengenai jumlah asupan protein yang dapat menyebabkan keracunan protein, namun kondisi ini kemungkinan besar terjadi jika hampir seluruh asupan kalori Anda berasal dari protein.

Angka Kecukupan Gizi (RDA) untuk protein, serta batasan apa yang dianggap "berlebihan", sangat bervariasi di kalangan peneliti dan organisasi kesehatan.

Menurut sebuah tinjauan tahun 2020, RDA protein adalah 0,83 gram per kilogram berat badan (g/kg BB) atau 0,38 g per pon (lb) berat badan, sedangkan diet tinggi protein didefinisikan sebagai asupan lebih dari 1,5 g/kg BB (0,68 g/lb BB).

Pedoman Diet untuk Warga Amerika (Dietary Guidelines for Americans) tahun 2025–2030 merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi 1,2 hingga 1,6 g/kg BB, yang dapat dikategorikan sebagai diet tinggi protein.

Namun, perlu diingat bahwa protein hanyalah salah satu dari tiga zat gizi makro (makronutrien) penting yang harus diperhatikan dalam pola makan seimbang.

Peneliti dan organisasi kesehatan lainnya menggunakan acuan Acceptable Macronutrient Distribution Range (AMDR) atau Rentang Distribusi Makronutrien yang Dapat Diterima, yang menetapkan proporsi kalori yang sebaiknya berasal dari berbagai makronutrien. Bagi orang dewasa, nilai AMDR-nya adalah:

- Protein: 10 persen hingga 35 persen.

- Lemak: 20 persen hingga 35 persen.

- Karbohidrat: 45 persen hingga 65 persen.

Memperoleh lebih dari 35 persen total kalori dari protein dapat dianggap berlebihan, namun perlu diingat bahwa para peneliti belum menetapkan rasio pasti yang dapat menyebabkan keracunan protein.

Halaman Selanjutnya
img_title