Gejala dan Penyebab Serangan IBS, Apa Saja?
- https://www.pexels.com/id-id/foto/tangan-kemeja-kaus-kesehatan
Olret – Serangan IBS melibatkan berbagai gejala, seperti sakit perut, perut kembung, penumpukan gas, diare, sembelit, dan terkadang mual. Tingkat keparahan gejala bervariasi pada setiap individu.
Perubahan pola makan, seperti menghindari makanan pemicu dan makanan tinggi FODMAP, dapat membantu mengatasi serangan IBS. Diet eliminasi juga dapat membantu mengidentifikasi sensitivitas spesifik terhadap makanan tertentu.
Penyesuaian gaya hidup, seperti aktivitas fisik rutin, teknik pengelolaan stres, dan penggunaan probiotik yang dikombinasikan dengan pengobatan medis, dapat membantu mencegah serta mengurangi frekuensi serangan IBS.
Sindrom iritasi usus besar (IBS) adalah kondisi kronis pada usus besar. Kondisi ini memengaruhi sekitar 5 hingga 10% orang di seluruh dunia. IBS lebih sering terjadi pada wanita dan orang berusia di bawah 50 tahun.
Sebagian orang mengalami IBS yang disertai sembelit atau diare. Ada pula yang mengalami kondisi di mana sembelit dan diare terjadi secara bergantian. Meskipun memengaruhi usus, kondisi ini tidak merusak jaringan usus maupun menyebabkan kanker usus besar.
Apa Saja Gejala Serangan IBS
Gejala umum IBS meliputi:
- nyeri perut.
- perut kembung.
- penumpukan gas.
- diare.
- sembelit.
- lendir pada tinja.
Beberapa orang juga mengalami gejala lain seperti mual, gangguan pencernaan, dan kejang usus. Gejala IBS juga dapat memburuk selama siklus menstruasi.
Apa yang menyebabkan serangan IBS
Penyebab pasti IBS tidak diketahui, namun faktor-faktor tertentu dapat memicu serangan. Salah satu dugaan adalah bahwa kontraksi otot yang lemah atau kuat pada usus memicu timbulnya gejala.
1. Kontraksi otot yang kuat atau lemah
Jika kontraksi sangat kuat, makanan dapat bergerak terlalu cepat melalui saluran pencernaan, sehingga menyebabkan diare. Namun, saat kontraksi melambat atau melemah, tinja menjadi lebih sulit dikeluarkan. Hal ini dapat menyebabkan sembelit.
2. Peradangan atau infeksi bakteri
IBS juga dapat muncul akibat:
- peradangan.
- pertumbuhan bakteri yang berlebihan.
- infeksi bakteri di usus.
Perlu diperjelas bahwa IBS dapat disebabkan oleh peradangan atau infeksi bakteri yang sebenarnya sudah sembuh. Jika salah satu dari kondisi tersebut masih aktif, maka hal itu tidak dikategorikan sebagai IBS.