‘T-Maxxing’: Mengapa Pria Muda Terobsesi dengan Trik Membentuk Otot Ini

T-Maxxing, pria muda terobsesi dengan pembentukan otot
Sumber :
  • https://www.parents.com/thmb/

Olret – “Testosterone-maxxing” atau “T-maxxing” adalah tren media sosial yang mendorong penggunaan testosteron untuk meningkatkan kekuatan, penampilan, dan kepercayaan diri pada pria muda.

img_title Apa Tujuan Tidur? Berikut Penjelasannya

Meskipun secara medis tepat dalam beberapa kasus, meningkatkan kadar testosteron menggunakan hormon tanpa resep dapat menekan produksi testosteron alami tubuh.

Para ahli memperingatkan bahwa penggunaan media sosial dapat memperparah rasa tidak puas terhadap tubuh dan rasa tidak percaya diri.

img_title Kenapa Kita Lebih Betah Scroll daripada Menonton Video Panjang?

Di berbagai platform media sosial, banyak pria muda yang mempromosikan penggunaan testosteron eksogen untuk mengoptimalkan tubuh dan suasana hati mereka.

Tren "Testosterone-maxxing" atau "T-maxxing" muncul bersamaan dengan tren viral lainnya yang berfokus pada upaya "mengoptimalkan" penampilan fisik dan performa pria, mulai dari looksmaxxing hingga spermmaxxing.

img_title 5 Makanan yang Dapat Membantu Meningkatkan Testosteron

Para pendukung dan influencer menggambarkan kadar testosteron yang lebih tinggi sebagai jalan pintas untuk mendapatkan tubuh yang lebih ramping, lebih kuat, dan lebih maskulin.

Tergantung pada minat Anda, hanya dengan beberapa kali menggeser layar (scrolling) pada feed media sosial, Anda mungkin akan menjumpai iklan layanan testosteron dari klinik telehealth bukan sebagai pengobatan untuk kondisi medis yang telah didiagnosis, melainkan sebagai sarana untuk optimalisasi tubuh.

Terapi penggantian testosteron (TRT) dapat memberikan manfaat nyata bagi remaja dan dewasa muda yang tubuhnya tidak memproduksi hormon tersebut dalam jumlah yang cukup. Namun, para ahli menyatakan bahwa penggunaan TRT untuk membentuk otot atau tujuan "optimalisasi" lainnya adalah hal yang berbeda.

"Semakin sering saya menjumpai pria muda yang memiliki kadar testosteron normal, namun mereka dibuat percaya bahwa meningkatkan kadar testosteron lebih jauh akan membuat tubuh mereka lebih ramping, lebih kuat, lebih bertenaga, lebih aktif secara seksual, atau lebih percaya diri," ujar Philip Werthman, MD, seorang dokter spesialis urologi bersertifikat, spesialis kesehatan pria, sekaligus direktur Center for Male Reproductive Medicine and Vasectomy Reversal di Los Angeles.

"Hal ini mencerminkan perubahan mendasar: dari sekadar mengobati kekurangan hormon secara medis menjadi penggunaan hormon resep sebagai sarana untuk meningkatkan performa atau penampilan fisik," ungkapnya kepada Healthline.

Halaman Selanjutnya
img_title