5 Manfaat Kesehatan Barley yang Mengesankan
- https://www.pexels.com/id-id/foto/pabrik-gandum-coklat
Olret – Barley adalah biji-bijian yang sangat menyehatkan. Barley kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa tanaman bermanfaat lainnya. Selain itu, barley juga tinggi serat, yang dapat membantu melancarkan pencernaan, mengurangi rasa lapar, dan menurunkan berat badan.
Barley adalah salah satu jenis biji-bijian yang paling banyak dikonsumsi dalam pola makan masyarakat Amerika.
Biji-bijian serbaguna ini memiliki tekstur yang agak kenyal dan cita rasa khas yang sedikit menyerupai kacang, sehingga cocok melengkapi berbagai hidangan.
Barley juga kaya akan berbagai nutrisi dan menawarkan manfaat kesehatan yang luar biasa, mulai dari melancarkan pencernaan dan membantu penurunan berat badan hingga menurunkan kadar kolesterol serta menyehatkan jantung.
Berikut adalah 5 manfaat kesehatan barley yang didukung oleh bukti ilmiah.
1. Kaya akan berbagai nutrisi bermanfaat
Barley kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa tanaman bermanfaat lainnya.
Barley tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari barley kupas (hulled barley) hingga barley grits (butiran kasar), flakes (serpihan), dan tepung.
Hampir semua bentuk barley menggunakan biji utuh, kecuali pearl barley, yang telah dipoles untuk menghilangkan sebagian atau seluruh lapisan kulit luar (bran) beserta sekamnya.
Saat dikonsumsi sebagai biji-bijian utuh, barley merupakan sumber serat, molibdenum, mangan, dan selenium yang sangat kaya. Barley juga mengandung kadar tembaga, vitamin B1, kromium, fosfor, magnesium, dan niasin yang baik.
Selain itu, barley mengandung lignan, yaitu kelompok antioksidan yang dikaitkan dengan risiko kanker dan penyakit jantung yang lebih rendah.
Namun, seperti halnya semua biji-bijian utuh, barley mengandung antinutrien yang dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam tubuh Anda.
Cobalah merendam atau menumbecahkan biji-bijian tersebut untuk mengurangi kandungan antinutrisinya. Metode persiapan ini membuat nutrisi dalam barley lebih mudah diserap.
Merendam dan menumbuhkan kecambah juga dapat meningkatkan kadar vitamin, mineral, protein, dan antioksidan.
Selain itu, Anda bisa menggunakan tepung barley kecambah untuk membuat kue atau roti.
2. Mengurangi rasa lapar dan dapat membantu menurunkan berat badan
Barley dapat mengurangi rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang, keduanya dapat berujung pada penurunan berat badan seiring berjalannya waktu.
Barley mengurangi rasa lapar terutama berkat kandungan seratnya yang tinggi. Serat larut yang dikenal sebagai beta-glukan sangat bermanfaat dalam hal ini.
Hal itu dikarenakan serat larut, seperti beta-glukan, cenderung membentuk zat menyerupai gel di dalam saluran pencernaan, yang memperlambat proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Dampaknya, nafsu makan Anda menjadi lebih terkendali dan rasa kenyang pun lebih terjaga.
Sebuah tinjauan terhadap 44 penelitian menemukan bahwa serat larut, seperti beta-glukan, merupakan jenis serat yang paling efektif untuk mengurangi nafsu makan dan asupan makanan.
Terlebih lagi, serat larut dapat menargetkan lemak perut yang terkait dengan penyakit metabolik.
3. Kandungan serat tidak larut dan larut meningkatkan pencernaan
Barley dapat meningkatkan kesehatan usus Anda.
Sekali lagi, kandungan seratnya yang tinggi berperan penting dalam hal ini, khususnya serat tidak larut.
Sebagian besar serat dalam barley adalah serat tidak larut, yang berbeda dengan serat larut, tidak larut dalam air. Sebaliknya, serat ini menambah massa pada tinja dan mempercepat pergerakan usus, sehingga mengurangi risiko Anda mengalami sembelit.
Dalam sebuah studi selama empat minggu yang melibatkan wanita dewasa, peningkatan konsumsi barley memperbaiki fungsi usus dan meningkatkan volume tinja.
Di sisi lain, kandungan serat larut dalam barley menyediakan makanan bagi bakteri usus yang bermanfaat, yang pada gilirannya menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA).
Penelitian menunjukkan bahwa SCFA membantu menutrisi sel-sel usus, mengurangi peradangan, serta memperbaiki gejala gangguan usus seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit Crohn, dan kolitis ulseratif.
4. Dapat mencegah batu empedu dan mengurangi risiko menjalani operasi kantong empedu
Kandungan serat yang tinggi pada jelai (barley) juga dapat membantu mencegah batu empedu.
Batu empedu adalah partikel padat yang dapat terbentuk secara spontan di dalam kantong empedu, yaitu organ kecil yang terletak di bawah hati. Kantong empedu memproduksi asam empedu yang digunakan tubuh untuk mencerna lemak.
Pada sebagian besar kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, terkadang batu empedu yang berukuran besar dapat tersangkut di saluran kantong empedu dan menyebabkan rasa nyeri yang hebat. Kondisi seperti ini sering kali memerlukan tindakan operasi pengangkatan kantong empedu.
Jenis serat tidak larut yang terkandung dalam barley dapat membantu mencegah pembentukan batu empedu dan mengurangi kemungkinan dilakukannya operasi kantong empedu.
Dalam sebuah studi observasional selama 16 tahun, wanita dengan asupan serat tertinggi memiliki risiko 13 persen lebih rendah untuk mengalami batu empedu yang mengharuskan pengangkatan kantong empedu.
Manfaat ini tampaknya berkaitan dengan jumlah asupan, karena setiap peningkatan 5 gram asupan serat tidak larut menurunkan risiko batu empedu sekitar 10 persen.
Dalam studi lain, individu dengan obesitas menjalani salah satu dari dua jenis diet penurunan berat badan cepat, yang satu tinggi serat, sedangkan yang lainnya tinggi protein. Penurunan berat badan secara cepat dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.
Setelah lima minggu, peserta yang menjalani diet tinggi serat memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk memiliki kantong empedu yang sehat dibandingkan mereka yang menjalani diet tinggi protein.
5. Beta-glukan dapat membantu menurunkan kolesterol
Barley juga dapat menurunkan kadar kolesterol Anda.
Beta-glukan yang terkandung dalam barley terbukti dapat menurunkan kolesterol LDL "jahat" dengan cara mengikat asam empedu.
Tubuh Anda membuang asam empedu tersebut, yang diproduksi hati dari kolesterol melalui feses.
Akibatnya, hati harus menggunakan lebih banyak kolesterol untuk memproduksi asam empedu baru, yang pada gilirannya menurunkan jumlah kolesterol yang beredar dalam darah Anda.
Dalam sebuah studi berskala kecil, pria dengan kadar kolesterol tinggi menjalani diet yang kaya akan gandum utuh, beras merah, atau jelai (barley).
Setelah lima minggu, mereka yang mengonsumsi barley berhasil menurunkan kadar kolesterol 7 persen lebih banyak dibandingkan peserta yang menjalani dua jenis diet lainnya.
Selain itu, kelompok yang mengonsumsi barley juga mencatat peningkatan terbesar pada kadar kolesterol HDL ("kolesterol baik") serta penurunan terbesar pada kadar trigliserida.
Sebuah tinjauan terkini yang mengevaluasi 14 uji coba terkontrol secara acak, standar emas dalam penelitian ilmiah, menemukan hasil serupa.
Penelitian laboratorium serta studi pada hewan dan manusia juga menunjukkan bahwa SCFA, yang dihasilkan saat bakteri usus yang sehat mengonsumsi serat larut dapat membantu mencegah produksi kolesterol, sehingga semakin menurunkan kadar kolesterol.
Jadi itulah lima manfaat kesehatan barley atau jelai yang mengesankan. Barley atau jelai memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.