Insomnia, Masalah Tidur, dan Menopause
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Saat suhu tubuh Anda mulai meningkat selama tidur, Anda mungkin terbangun. Ketika sensasi panas (hot flash) tersebut mereda, Anda mungkin sudah terjaga selama beberapa menit dalam kondisi yang tidak nyaman.
Banyak orang merasa kesulitan untuk kembali tidur setelah mengalaminya.
Penyebab potensial lainnya adalah obstructive sleep apnea (OSA), suatu kondisi di mana pernapasan Anda terhenti sejenak, yang kemudian membuat Anda terbangun dari tidur. Gejala OSA juga dapat menyebabkan kualitas tidur secara keseluruhan menjadi buruk.
Menurut sebuah studi tahun 2018, orang yang mengalami menopause akibat tindakan bedah mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena OSA dibandingkan mereka yang mengalami menopause secara alami.
OSA juga bisa terjadi akibat kenaikan berat badan atau rendahnya kadar progesteron.
Terakhir, restless leg syndrome (sindrom kaki gelisah) dapat berkontribusi terhadap insomnia selama masa menopause. Kondisi ini menimbulkan sensasi kesemutan pada kaki yang terasa tidak nyaman, sehingga membuat Anda kehilangan waktu tidur di malam hari.
Apa Penyebab Masalah Tidur Lainnya Selama Masa Menopause
Selama masa menopause, Anda mungkin mengalami masalah tidur lainnya akibat depresi, kecemasan, atau gangguan suasana hati. Jika Anda menghadapi tekanan emosional yang lebih berat, beban mental tersebut dapat menghalangi Anda untuk bisa tidur.
Jika pikiran Anda tidak mampu melepaskan diri dari kekhawatiran dan kecemasan yang dialami sepanjang hari, Anda mungkin akan merasa sulit untuk mulai tidur maupun tetap terlelap.
Selain itu, kurang tidur dapat menimbulkan masalah lain, antara lain:
- rasa kantuk di siang hari.
- kelelahan.
- perubahan suasana hati.
Apa yang Dapat Membantu Mengatasi Insomnia Selama Masa Menopause
Dokter mungkin menyarankan terapi hormon menopause (MHT) yang juga dikenal sebagai terapi hormon untuk membantu menangani gejala perimenopause dan menopause Anda.
Mereka yang menjalani MHT biasanya diresepkan estrogen dan progestin (progesteron sintetis). Jika Anda telah menjalani histerektomi atau tidak memiliki rahim, Anda hanya akan menerima estrogen.
Dulu, MHT sering diresepkan untuk mengatasi hot flashes (sensasi panas tiba-tiba) dan gejala menopause lainnya.