Perbandingan Kafein dalam Kopi dan Teh

Kafein dalam kopi dan teh
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Olret – Teh hitam, kopi, dan espresso mengandung kafein paling tinggi; kopi menyumbang 90 hingga 200 mg per cangkir (ukuran 8 ons atau sekitar 240 ml), sementara espresso mengandung sekitar 127 mg per sajian (shot). 

img_title Manfaat Kesehatan Kopi dan Teh Hijau, Apa Saja?

Teh hijau mengandung kafein dalam jumlah sedang, yaitu 45 mg per cangkir, sedangkan kadar kafein dalam teh putih sangat bervariasi, dan teh herbal sama sekali tidak mengandung kafein.

Biji kopi sebenarnya mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan daun teh, namun proses penyeduhan dengan air panas mengekstrak lebih banyak kafein dari kopi. 

img_title Mana yang Lebih Baik Teh Hijau atau Kopi?

Durasi penyeduhan yang lebih lama dan suhu air yang lebih tinggi akan meningkatkan kadar kafein, baik pada teh maupun kopi.

Agar tetap berada dalam batas aman, batasi asupan kafein hingga maksimal 400 mg per hari, setara dengan sekitar 3 hingga 5 cangkir kopi biasa. Bagi ibu hamil, ibu menyusui, atau penderita penyakit jantung, asupan kafein sebaiknya dibatasi hingga 200 mg per hari.

img_title Teh Hijau vs. Kopi: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Popularitas kafein sebagai stimulan alami tidak tertandingi.

Zat ini ditemukan dalam lebih dari 60 spesies tanaman dan dinikmati di seluruh dunia, terutama dalam kopi, cokelat, dan teh.

Kandungan kafein dalam suatu minuman bervariasi, tergantung pada bahan-bahan yang digunakan serta cara penyajiannya.

Meskipun kafein dianggap aman, mengonsumsinya secara berlebihan dapat menimbulkan kekhawatiran tertentu.

Mari kita bandingkan kandungan kafein dalam berbagai jenis teh dan kopi, serta cari tahu minuman mana yang sebaiknya Anda pilih.

Mana yang Sebaiknya Anda Minum

Kafein bekerja dengan cepat, biasanya dalam waktu 45 menit setelah dikonsumsi.

Jika Anda sensitif terhadap efek kafein, pertimbangkan untuk memilih teh yang rendah kafein, seperti teh putih atau teh herbal. Anda juga bisa menyeduh teh yang tinggi kafein dalam waktu yang lebih singkat, misalnya 1 menit alih-alih 3 menit.

Memilih teh atau kopi tanpa kafein (dekafein) juga merupakan cara yang baik untuk menikmati minuman tersebut tanpa asupan kafein yang tinggi.

Sebaliknya, jika Anda menyukai minuman dengan kadar kafein tinggi, Anda mungkin bisa menikmati espresso, kopi seduh dingin (cold-brew), serta berbagai jenis teh yang memiliki kandungan kafein lebih tinggi, seperti teh hijau dan teh hitam.

Agar tetap dalam batas aman, konsumsilah tidak lebih dari 400 mg kafein per hari, atau maksimal 200 mg dalam satu waktu. 

Jumlah ini setara dengan tidak lebih dari tiga hingga lima cangkir kopi biasa (ukuran 237 ml per cangkir) per hari, atau delapan takaran espresso (ukuran 30 ml per takaran).

Mereka yang menderita penyakit jantung, rentan terhadap migrain, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu sebaiknya membatasi asupan kafein mereka.

Bagi ibu hamil atau menyusui, asupan kafein sebaiknya tidak melebihi 200 mg per hari. Jumlah ini setara dengan sekitar satu cangkir kopi (ukuran 355 ml) atau hingga empat cangkir teh hitam yang diseduh (ukuran 237 ml per cangkir).

Mengapa Kafein Menjadi Kekhawatiran

Diperkirakan 80 persen penduduk dunia mengonsumsi produk berkafein setiap hari.

Baik Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) maupun Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan batas aman asupan kafein, yaitu hingga 400 mg per hari, 200 mg dalam satu kali konsumsi, atau 1,4 mg per pon (3 mg per kg) berat badan.

Berkat efek stimulasinya, kafein dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, seperti peningkatan kewaspadaan, performa atletik yang lebih baik, suasana hati yang lebih positif, serta metabolisme yang meningkat.

Meski demikian, konsumsi dalam jumlah tinggi seperti dosis tunggal yang melebihi 500 mg dapat menimbulkan kekhawatiran tertentu.

Dalam dosis besar, kafein dikaitkan dengan kecemasan, kegelisahan, dan kesulitan tidur. Selain itu, sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa mengonsumsinya secara rutin, bahkan dalam jumlah sedang, dapat menyebabkan sakit kepala kronis dan episode migrain.

Lebih lanjut, kafein dianggap menimbulkan ketergantungan ringan, dan beberapa orang mungkin lebih rentan untuk mengalami ketergantungan tersebut.

Jadi itulah penjelasan mengenai perbandingan kafein dalam kopi dan teh. Jika Anda ingin mengurangi asupan kafein, cobalah menyeduh teh dalam waktu yang lebih singkat, serta pilihlah versi tanpa kafein untuk minuman kopi atau espresso favorit Anda.