Potensi Komplikasi dan Diagnosa Obstructive Sleep Apnea
- https://www.lanziburkeoralsurgery.com/
Dokter akan memeriksa bagian kepala dan leher Anda untuk mengidentifikasi faktor fisik apa pun yang berkaitan dengan sleep apnea.
Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan mengenai rasa kantuk di siang hari, kebiasaan tidur, serta kualitas tidur Anda.
Dalam beberapa kasus, evaluasi untuk OSA dapat dilakukan di rumah tanpa kehadiran teknisi. Namun, tes sleep apnea di rumah hanya berguna untuk mendiagnosis OSA pada orang-orang tertentu.
Tes ini bukan pengganti tes diagnostik lainnya jika terdapat dugaan gangguan tidur lain serta kondisi medis tertentu, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau gagal jantung.
Tes-tes berikut ini dapat dilakukan untuk mendiagnosis OSA.
1. Polisomnografi (PSG)
Selama prosedur polisomnografi, Anda tidur semalam di rumah sakit atau pusat studi tidur sembari terhubung ke berbagai perangkat pemantau yang merekam data fisiologis.
Pola kelainan selama tidur dapat mengindikasikan gangguan pernapasan saat tidur serta berbagai gangguan tidur lainnya.
Saat Anda tidur, perangkat-perangkat tersebut akan mengukur aktivitas berbagai sistem organ yang berkaitan dengan tidur. Pengukuran ini dapat mencakup:
- elektroensefalogram (EEG), yang mengukur gelombang otak.
- elektrookulogram (EOG), yang mengukur gerakan mata.
- elektromiografi (EMG), yang mengukur aktivitas otot.
- elektrokardiogram (ECG), yang mengukur denyut dan irama jantung.
- tes oksimetri nadi, yang mengukur perubahan kadar oksigen dalam darah Anda.
2. EEG dan EOM
Selama pemeriksaan EEG, elektroda dipasang pada kulit kepala Anda untuk memantau gelombang otak sebelum, selama, dan setelah tidur. EOM merekam pergerakan mata.
Sebuah elektroda kecil ditempatkan 1 sentimeter di atas sudut luar bagian atas mata kanan Anda, dan satu lagi ditempatkan 1 sentimeter di bawah sudut luar bagian bawah mata kiri Anda. Saat mata Anda bergerak menjauhi posisi tengah, pergerakan ini akan terekam.
Gelombang otak dan pergerakan mata memberikan informasi kepada dokter mengenai waktu terjadinya berbagai fase tidur. Dua fase utama tidur adalah non-REM (non-rapid eye movement) dan REM (rapid eye movement).
Penurunan tonus otot dan kelumpuhan terjadi selama tidur REM.
3. EMG
Untuk merekam EMG, elektroda ditempatkan pada dagu Anda: satu di atas garis rahang dan satu lagi di bawahnya. Elektroda lainnya ditempatkan pada masing-masing tulang kering.