12 Latihan untuk Fleksibilitas Dinamis

Latihan untuk Fleksibilitas Dinamis
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

9. Gerakan memutar kaki

img_title 6 Cara Melakukan Peregangan dan Penguatan Tangan bagi Penderita Kontraktur Dupuytren

Gerakan memutar kaki (leg circles) dapat melenturkan otot bokong, paha, dan pinggul Anda. Gerakan ini terkadang juga disebut sebagai gerakan memutar pinggul (hip circles).

10. Memutar pergelangan kaki

img_title 6 Latihan Pemanasan untuk Memaksimalkan Olahraga Anda

Latihan ini menggerakkan pergelangan kaki Anda melalui rentang gerak penuhnya, sehingga ideal dilakukan sebelum berlari, mendaki, dan bersepeda.

11. Sumo side squat

img_title Latihan Pendinginan yang Bisa Anda Lakukan Setelah Olahraga Apa Pun

Sumo side squat mempersiapkan kaki Anda dengan meregangkan otot selangkangan secara aktif.

12. Crawl-out squat

Untuk latihan dinamis seluruh tubuh, lakukan crawl-out squat sebelum aktivitas kardio.

Otot yang Dilatih

Saat melakukan latihan dinamis, otot-otot Anda bergerak dan meregang secara bersamaan. Tergantung pada gerakannya, latihan dinamis dapat membuat sendi Anda meregang atau berotasi.

Peregangan dinamis juga dapat melatih sendi melalui gerakan menyamping dan gerakan dengan rentang gerak penuh. Hal ini membantu sendi dan otot Anda bergerak lebih leluasa selama berolahraga.

Manfaat yang Diperoleh

Latihan dinamis memiliki beberapa manfaat, antara lain:

- Menghangatkan otot. Peregangan dinamis meningkatkan suhu otot, yang membantu otot bergerak secara optimal. Latihan ini juga melancarkan aliran darah untuk memastikan pasokan oksigen yang cukup sampai ke otot.

- Meningkatkan aktivitas saraf. Saraf menggerakkan otot dengan mengirimkan sinyal listrik. Melalui peregangan dinamis, saraf mengirimkan sinyal yang tepat sebelum latihan dimulai. Hal ini melatih saraf dan otot untuk bekerja sama secara lebih efisien.

- Melibatkan rentang gerak penuh. Banyak latihan kardio, seperti berlari dan berjalan, hanya melibatkan rentang gerak yang terbatas. 

Latihan-latihan tersebut juga dilakukan dalam satu bidang gerak karena arah gerakannya lurus ke depan. Sebaliknya, latihan dinamis melibatkan gerakan yang lebih menyeluruh sehingga lebih efektif dalam mengaktifkan otot.

- Mengurangi risiko cedera. Peregangan dinamis meningkatkan mobilitas sendi dan otot, yang dapat membantu mencegah cedera. 

Dalam sebuah penelitian terbaru, latihan dinamis untuk otot hamstring terbukti mengurangi kekakuan pasif dan meningkatkan rentang gerak otot tersebut. 

Faktor-faktor ini berkaitan dengan risiko cedera hamstring yang lebih rendah, salah satu jenis cedera akibat olahraga yang paling umum terjadi.

Dinamis vs. Statis

Halaman Selanjutnya
img_title