Kopi vs. Teh: Apakah Salah Satunya Lebih Sehat daripada yang Lain?
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Sebuah tinjauan terhadap 9 studi yang melibatkan 193.473 orang menunjukkan bahwa kebiasaan minum kopi secara teratur dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan.
Terlebih lagi, asupan kafein dalam jumlah moderat dikaitkan dengan efek perlindungan terhadap demensia, penyakit Alzheimer, sindrom metabolik, dan penyakit perlemakan hati non-alkohol.
Kaya Akan Antioksidan
Antioksidan melindungi tubuh Anda dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat membantu mencegah timbulnya penyakit kronis tertentu.
Baik teh maupun kopi kaya akan antioksidan, terutama polifenol, yang berperan dalam menciptakan cita rasa khas serta memberikan manfaat bagi kesehatan.
Terdapat berbagai kelompok polifenol di dalam teh dan kopi.
Theaflavin, thearubigin, dan katekin merupakan jenis utama yang ditemukan dalam teh hitam, sementara kopi kaya akan flavonoid dan asam klorogenat (CGA).
Sebuah studi laboratorium baru-baru ini menemukan bahwa theaflavin dan thearubigin menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru dan usus besar, bahkan pada akhirnya mematikan sel-sel tersebut.
Studi pada sel leukemia menunjukkan hasil serupa, yang mengisyaratkan bahwa teh hitam mungkin memiliki sifat pelindung terhadap kanker, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Di sisi lain, studi laboratorium mengenai sifat antikanker pada kopi menemukan bahwa kandungan CGA di dalamnya berperan sebagai penghambat kuat pertumbuhan sel kanker, serta memberikan perlindungan terhadap kanker saluran pencernaan dan hati.
Studi jangka panjang pada manusia serta penelitian lanjutan yang menganalisis kumpulan bukti yang lebih luas menunjukkan bahwa kopi dan teh mungkin juga dapat memberikan perlindungan terhadap jenis kanker lainnya, seperti kanker payudara, usus besar, kandung kemih, dan rektum.
Selain aktivitas antioksidannya, polifenol juga dikaitkan dengan penurunan tingkat penyakit jantung.
Zat ini berkontribusi terhadap kesehatan jantung melalui berbagai mekanisme perlindungan pembuluh darah, antara lain:
- Faktor vasodilator. Polifenol mendukung relaksasi pembuluh darah, yang bermanfaat dalam kondisi tekanan darah tinggi.
- Efek anti-angiogenik. Polifenol menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang berpotensi memberi asupan bagi sel kanker.
- Efek anti-aterogenik. Polifenol mencegah pembentukan plak di dalam pembuluh darah, sehingga menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.