5 Makanan Terbaik untuk Otak Sehat dan Peningkatan Daya Ingat
- https://www.pexels.com/id-id/foto/piring-sashimi-salmon-segar-di-restoran-vietnam
Olret – Makanan seperti ikan berlemak, blueberry, dan brokoli mengandung senyawa yang dapat mendukung kesehatan dan fungsi otak Anda, termasuk daya ingat.
Sebagai pusat kendali tubuh, otak Anda bertugas menjaga detak jantung dan pernapasan paru-paru, serta memungkinkan Anda untuk bergerak, merasakan, dan berpikir.
Mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu menjaga otak Anda tetap dalam kondisi kerja yang optimal. Berikut ini lima makanan terbaik untuk otak sehat dan peningkatan daya ingat.
1. Ikan berlemak
Saat membahas makanan yang baik untuk otak, ikan berlemak sering kali menempati urutan teratas karena merupakan sumber asam lemak omega-3 yang kaya. Jenis ikan berlemak antara lain:
- Salmon.
- Trout.
- Tuna albakor.
- Hering.
- Sarden.
Sekitar 60 persen otak Anda terdiri dari lemak, dan lebih dari separuh lemak tersebut adalah asam lemak omega-3. Otak menggunakan omega-3 untuk membentuk sel-sel otak dan saraf, serta lemak ini sangat penting untuk proses belajar dan daya ingat.
Omega-3 dapat memperlambat penurunan kemampuan mental akibat penuaan dan membantu mencegah penyakit Alzheimer.
Sebaliknya, kekurangan asupan omega-3 dikaitkan dengan gangguan kognitif serta depresi. Secara umum, mengonsumsi ikan tampaknya memberikan manfaat bagi kesehatan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi ikan cenderung memiliki lebih banyak materi abu-abu di otak mereka. Materi abu-abu mengandung sel-sel saraf yang mengendalikan pengambilan keputusan, daya ingat, dan emosi.
2. Kopi
Dua komponen utama dalam kopi, seperti kafein dan antioksidan dapat membantu mendukung kesehatan otak. Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki beberapa dampak positif bagi otak, antara lain:
- Meningkatkan kewaspadaan: Kafein menjaga otak tetap waspada dengan cara menghambat adenosin, yaitu zat kimia pembawa pesan yang menyebabkan rasa kantuk.
- Memperbaiki suasana hati: Kafein juga dapat meningkatkan kadar neurotransmiter yang memicu perasaan senang, seperti dopamin.
- Menajamkan konsentrasi: Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi kafein menghasilkan peningkatan jangka pendek dalam hal perhatian dan kewaspadaan pada partisipan yang sedang mengerjakan tes kognitif.
Kebiasaan minum kopi dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurologis, seperti Parkinson dan Alzheimer. Penurunan risiko terbesar terlihat pada orang dewasa yang mengonsumsi 3–4 cangkir setiap hari.