5 Makanan Terbaik untuk Otak saat Belajar dan Menghadapi Ujian
- https://www.pexels.com/id-id/foto/salad-buah-dalam-mangkok-keramik-putih
Olret – Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan fungsi otak saat Anda belajar dan bersiap menghadapi ujian. Cobalah mengonsumsi camilan seperti sayuran berwarna-warni, kacang-kacangan, telur, cokelat hitam, dan lainnya untuk mendongkrak kinerja otak.
Pola makan seimbang penting untuk menjaga tubuh dan otak tetap mendapat asupan nutrisi yang baik serta siap menghadapi tugas-tugas berat, seperti belajar dan menyerap informasi baru.
Penelitian juga menunjukkan bahwa makanan tertentu mungkin sangat penting bagi kesehatan otak dan peningkatan kinerja mental. Berikut ini adalah makanan terbaik untuk otak saat belajar dan menghadapi ujian.
1. Buah beri
Buah beri termasuk blueberry, stroberi, dan blackberry memiliki kandungan senyawa flavonoid yang disebut antosianin dalam jumlah yang sangat tinggi.
Sebuah studi tahun 2019 yang melibatkan 40 partisipan meneliti dampak konsumsi smoothie sebanyak 400 mililiter (mL) yang mengandung takaran seimbang dari blueberry, stroberi, raspberry, dan blackberry.
Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi smoothie tersebut menghasilkan waktu respons yang lebih cepat pada tes perhatian dan tes peralihan tugas (task-switching).
Para partisipan tetap mempertahankan tingkat akurasi dalam tes-tes tersebut selama 6 jam, berbeda dengan kelompok yang menerima plasebo.
Sebuah tinjauan tahun 2019 terhadap 12 studi yang melibatkan anak-anak, dewasa muda, dan lansia merujuk pada 8 studi terdahulu yang melaporkan adanya peningkatan kinerja mental, termasuk pada tes memori jangka pendek, jangka panjang, dan spasial setelah mengonsumsi blueberry atau suplemen blueberry.
Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa diperlukan studi lanjutan yang dirancang dengan baik untuk memastikan potensi manfaat ini.
2. Buah sitrus
Menurut tinjauan penelitian tahun 2019, buah sitrus seperti jeruk dan jeruk bali kaya akan berbagai jenis flavonoid, sama halnya dengan buah beri. Senyawa-senyawa ini dapat:
- Memperlambat penurunan fungsi mental (bersifat neuroprotektif).
- Mengurangi stres oksidatif dan melindungi sel-sel tubuh.
- Meredakan peradangan.
Sebuah studi tahun 2021 yang melibatkan pria dan wanita di Amerika Serikat menemukan bahwa asupan flavonoid yang tinggi dan berkelanjutan dalam jangka panjang, misalnya dari jus buah sitrus berkaitan dengan risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah.
Sebuah tinjauan tahun 2022 mengutip penelitian terdahulu pada hewan yang menunjukkan bahwa nobiletin, sejenis flavonoid pada buah sitrus, dapat mengatur ritme sirkadian serta memperbaiki fungsi kognitif dan kondisi neuroinflamasi.