5 Manfaat Kesehatan Kacang Kenari yang Didukung oleh Sains
- https://www.pexels.com/id-id/foto/close-up-kenari-pada-permukaan-tekstil-pedesaan
- kanker.
Polifenol yang terkandung dalam kacang kenari dapat membantu melawan stres oksidatif dan peradangan.
Salah satu subkelompok polifenol yang disebut elagitanin mungkin berperan secara khusus dalam hal ini.
Bakteri baik di dalam usus Anda mengubah elagitanin menjadi senyawa yang disebut urolitin, yang dapat memberikan perlindungan terhadap peradangan.
3. Dapat mendukung kesehatan usus
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jika usus Anda kaya akan bakteri yang menyehatkan serta mikroba lainnya (yang disebut mikrobiota usus), kemungkinan besar Anda akan memiliki kondisi usus yang sehat dan kesehatan tubuh secara keseluruhan yang baik.
Komposisi mikrobiota usus yang tidak sehat dapat memicu peradangan dan penyakit, baik di dalam usus maupun di bagian tubuh lainnya, sehingga meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan kanker.
Apa yang Anda konsumsi dapat sangat memengaruhi komposisi mikrobiota Anda. Mengonsumsi kacang kenari bisa menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatan mikrobiota dan usus Anda.
Dalam sebuah penelitian terdahulu pada tahun 2018, sebanyak 194 orang dewasa yang sehat mengonsumsi 1,5 ons (43 g) kacang kenari setiap hari selama 8 minggu.
Hasilnya, mereka menunjukkan peningkatan jumlah bakteri menguntungkan dibandingkan dengan periode saat mereka tidak mengonsumsi kacang kenari.
4. Dapat mendukung pengelolaan berat badan
Mengonsumsi kacang kenari dapat membantu mengatur nafsu makan Anda.
Sebuah studi terkontrol tahun 2019 yang melibatkan 10 orang dengan obesitas menemukan bahwa mengonsumsi smoothie yang dibuat dengan sekitar 1,75 ons (48 g) kacang kenari sekali sehari selama 5 hari dapat menurunkan nafsu makan dan rasa lapar para partisipan.
Hasil ini dibandingkan dengan konsumsi minuman plasebo yang memiliki kandungan kalori dan nutrisi yang setara.
Selain itu, setelah 5 hari mengonsumsi smoothie kacang kenari, pemindaian otak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pada bagian otak yang membantu partisipan menahan diri terhadap godaan makanan yang sangat menggugah selera, seperti kue dan kentang goreng.
Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan durasi yang lebih lama, temuan ini memberikan wawasan awal mengenai bagaimana kacang kenari dapat membantu mengatur nafsu makan dan berat badan.