Makanan yang Harus Dihindari Jika Mengalami Refluks Asam
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Makanan yang cenderung tidak memicu refluks asam meliputi buah-buahan non-sitrus, daging tanpa lemak, sayuran, dan oatmeal.
Makanan tinggi lemak, seperti gorengan, daging berlemak, dan produk susu tinggi lemak, dapat meningkatkan risiko refluks asam.
Penyesuaian gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal, tetap dalam posisi tegak setelah makan, dan menghindari makan berlebihan, dapat membantu mengatasi gejala refluks asam.
Refluks asam dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) melibatkan naiknya asam dari lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn) dan gejala lainnya.
Salah satu penyebab GERD dan refluks asam adalah melemahnya atau rusaknya sfingter esofagus bagian bawah (LES), katup yang terletak di antara lambung dan kerongkongan (esofagus) Anda.
Biasanya, LES menutup untuk mencegah makanan di dalam lambung naik kembali ke kerongkongan. Pada penderita GERD, katup ini tidak menutup dengan sempurna, sehingga asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan.
Jenis makanan yang Anda konsumsi dapat memengaruhi jumlah asam yang diproduksi lambung serta kinerja LES. Berikut ini adalah beberapa tips mengenai makanan yang sebaiknya dihindari.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Tidak ada daftar pasti mengenai makanan yang harus dihindari oleh penderita GERD, namun ada jenis makanan tertentu yang umum memicu gejala pada banyak orang.
Makanan-makanan tersebut meliputi hal-hal berikut:
1. Makanan tinggi lemak
Makanan yang digoreng dan berlemak dapat menyebabkan LES (sfingter esofagus bagian bawah) menjadi kendur, sehingga memungkinkan lebih banyak asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Makanan jenis ini juga memperlambat proses pengosongan lambung.
Makanan tinggi lemak meningkatkan risiko gejala refluks, jadi mengontrol asupan lemak Anda dapat membantu.
Makanan berikut ini memiliki kandungan lemak yang tinggi. Sebaiknya Anda menghindarinya atau membatasi konsumsinya:
- kentang goreng dan onion ring.
- produk susu tinggi lemak, seperti mentega, susu full-cream, keju biasa, dan sour cream.
- potongan daging sapi, babi, atau domba yang berlemak atau digoreng.
- lemak bacon, lemak ham, dan lemak babi (lard).
- hidangan penutup atau camilan, seperti es krim dan keripik kentang.
- saus krim, saus daging (gravy), dan saus salad yang kental/berbasis krim.
- makanan yang berminyak dan berlemak.
2. Makanan bersifat asam
Buah dan sayuran merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Namun, buah-buahan tertentu dapat memicu atau memperparah gejala GERD, terutama buah yang sangat asam.
Jika Anda sering mengalami refluks asam, batasi konsumsi makanan berikut:
- jeruk.
- grapefruit.
- lemon.
- jeruk nipis.
- nanas.
- tomat.
- saus tomat atau makanan yang menggunakannya, seperti pizza dan cabai.
- salsa.
3. Cokelat
Cokelat mengandung zat yang disebut metilxantin. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa zat ini dapat mengendurkan otot polos pada LES dan meningkatkan refluks. Hal ini dapat membuat cokelat tidak cocok dikonsumsi oleh penderita GERD dan refluks asam.
4. Kafein
Kopi dan makanan lain yang tinggi kafein dapat memicu gejala.
5. Bawang putih, bawang bombay, dan makanan pedas
Makanan pedas dan tajam rasanya, seperti bawang bombay dan bawang putih, memicu gejala nyeri ulu hati pada banyak orang.
6. Mint
Pepermin dan produk dengan perisa pepermin, seperti permen karet dan permen penyegar napas, dapat memicu gejala refluks asam.
7. Alkohol
Hindari atau batasi konsumsi alkohol, karena hal ini dapat meningkatkan risiko refluks asam.
8. Soda
Menurut beberapa penelitian, soda, minuman berkarbonasi, dan minuman ringan dapat meningkatkan risiko refluks asam.
9. Makanan lainnya
Meskipun daftar di atas mencakup pemicu yang umum, makanan lain juga dapat memengaruhi Anda.
Anda bisa mempertimbangkan untuk menghindari produk berbahan dasar tepung, seperti roti dan biskuit, serta protein whey untuk melihat apakah gejala membaik.
Jadi itulah penjelasan mengenai makanan yang harus dihindari jika mengalami refluks asam. Beberapa makanan diketahui dapat menimbulkan gejala yang parah pada refluks asam, terutama mampu menyebabkan nyeri ulu hati (heartburn).