Manfaat Kesehatan Kopi dan Teh Hijau
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Meskipun teh hijau dan kopi sama-sama menawarkan manfaat kesehatan berkat kandungan kafein dan antioksidannya, kopi memiliki kadar kafein lebih dari tiga kali lipat jumlah yang ada dalam teh hijau.
Teh merupakan minuman yang paling sering dikonsumsi di dunia setelah air putih. Kopi juga sangat populer.
Di Amerika Serikat, lebih dari 85 persen orang dewasa mengonsumsi kafein secara rutin, dengan asupan harian rata-rata sebesar 180 mg, jumlah kafein yang setara dengan sekitar 2 cangkir kopi.
Masyarakat mengonsumsi teh hijau dan kopi karena cita rasanya yang khas serta manfaat kesehatannya.
Anda dapat menikmati secangkir kopi dengan menyeduh biji kopi yang telah disangrai dan digiling, sementara teh hijau dapat disiapkan dengan menyeduh daun yang tidak difermentasi dari tanaman Camellia sinensis, yang juga dikenal sebagai tanaman teh.
Manfaat Kesehatan
Teh hijau dan kopi memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang serupa, termasuk kandungan antioksidan yang tinggi serta efek penurunan berat badan.
1. Sumber antioksidan yang baik
Radikal bebas memiliki berbagai peran bermanfaat di dalam tubuh Anda. Namun, jika jumlahnya berlebihan, radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif.
Stres oksidatif merupakan proses berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda, yakni dengan memicu penyakit dan mempercepat proses penuaan.
Untungnya, kopi dan teh hijau kaya akan antioksidan, senyawa yang memberikan manfaat dalam melawan stres oksidatif.
Keduanya sangat kaya akan kelompok antioksidan yang disebut polifenol. Dalam kedua minuman tersebut, polifenol berperan penting dalam menghadirkan berbagai manfaat serta karakteristik rasa.
Epigalokatekin galat (EGCG) dan asam klorogenat (CGA) merupakan polifenol yang paling melimpah, masing-masing dalam teh hijau dan kopi.
Berbagai penelitian, baik pada tingkat laboratorium (uji tabung), hewan, maupun manusia, menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini mungkin memiliki efek antikanker yang kuat.
Sebagai contoh, EGCG dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor, bahkan berpotensi memicu kematian sel tumor.
Efek anti-inflamasinya dapat membantu mencegah peradangan kronis yang terlibat dalam munculnya kanker.
Di sisi lain, CGA tampak menghambat pertumbuhan tumor dan mendorong kematian sel kanker.
Berbagai studi menunjukkan bahwa EGCG dalam teh hijau mungkin memiliki efek yang bermanfaat untuk melawan sel kanker pada tumor kepala dan leher, serta pada sel kanker paru-paru, prostat, payudara, kolorektal, dan pankreas.
Sebaliknya, CGA dalam kopi mungkin memiliki efek yang bermanfaat untuk melawan kanker hati, endometrium, dan kulit.
Selain itu, CGA juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pengendalian gula darah dengan cara mengatur kadar trigliserida dalam darah serta meningkatkan respons sel tubuh Anda terhadap hormon insulin.
2. Efek penurunan berat badan
CGA dalam kopi dan EGCG dalam teh hijau, bersama dengan kafein, membuat kedua minuman tersebut memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan.
Studi pada hewan menunjukkan bahwa CGA dapat menurunkan kadar insulin, kolesterol darah, dan trigliserida dalam darah, serta mengurangi berat badan dan lemak viseral.
Lemak viseral adalah lemak yang tersimpan di dalam rongga perut, di sekeliling organ-organ tubuh. Lemak ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Demikian pula, studi pada hewan menunjukkan bahwa EGCG juga menyebabkan penurunan berat badan dan berkurangnya lemak viseral dengan cara mendorong pemecahan lemak.
Hal ini juga membantu mendorong pertumbuhan bakteri baik di dalam usus, yang berperan dalam membakar lemak dan meningkatkan sensitivitas insulin, di samping berbagai manfaat lainnya.
Selain itu, berbagai penelitian menemukan bahwa kafein berkaitan dengan penurunan berat badan. Kafein tampaknya:
- mengurangi rasa lapar.
- meningkatkan pembakaran kalori.
- mengaktifkan jenis lemak yang disebut jaringan adiposa cokelat (brown adipose tissue/BAT), yang jumlahnya berkurang seiring bertambahnya usia.
BAT memiliki potensi untuk menghasilkan panas dalam jumlah besar serta mengatur metabolisme lemak dan glukosa.
3. L-theanine dalam teh hijau mungkin memberikan efek menenangkan
L-theanine adalah asam amino yang secara alami terdapat dalam teh, termasuk teh hijau. Senyawa ini diketahui memengaruhi otak, dengan meningkatkan perasaan tenang namun tetap waspada.
Sebuah studi memberikan jumlah L-theanine kepada para peserta yang kira-kira setara dengan jumlah yang mungkin mereka peroleh dari 200 ml (6,8 ons) teh, atau sekitar satu porsi.
Para peserta yang mengonsumsi L-theanine tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang otak alfa, yang menandakan kondisi mental yang tenang namun tetap waspada.
4. Risiko kesehatan tertentu yang berkurang
Bukti menunjukkan bahwa teh hijau dikaitkan dengan penurunan risiko stroke, diabetes, dan depresi.
Sementara itu, kopi dikaitkan dengan penurunan angka kematian akibat penyakit jantung.
Jadi itulah penjelasan mengenai manfaat kesehatan kopi dan teh hijau. Kopi dan teh hijau kaya akan antioksidan yang memiliki sifat antikanker. Keduanya juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan.