Makin Sering Rebahan, Kenapa Badan Justru Terasa Pegal?

Mengapa Saya Tidur Dengan Mata Terbuka
Sumber :
  • vnexpress.net

OlretRebahan sering dianggap sebagai cara paling ampuh untuk menghilangkan capek. Setelah seharian kerja, kuliah, atau sibuk urus rumah, rasanya kasur jadi tempat ternyaman di dunia. Tapi anehnya, makin lama rebahan justru badan terasa makin pegal, punggung kaku, leher sakit, bahkan kepala ikut berat.

img_title Sering Menghela Napas Tanpa Sadar? Tubuh Bisa Jadi Sedang Melakukan Ini

Kalau mengalami hal seperti ini, ternyata bukan cuma perasaan saja. Tubuh memang bisa bereaksi negatif saat terlalu lama berada dalam posisi pasif.

Tubuh Manusia Memang Dirancang untuk Bergerak

img_title Kenapa Napas Terasa Pendek Saat Sedang Cemas atau Banyak Pikiran

Banyak orang mengira pegal muncul karena aktivitas berat. Padahal, terlalu sedikit bergerak juga bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman.

Saat rebahan terlalu lama, otot tubuh jadi jarang aktif. Aliran darah ikut melambat dan sendi tidak banyak bergerak. Akibatnya, tubuh terasa kaku seperti habis melakukan aktivitas berat.

img_title Kenapa Setelah Libur Panjang Kita Malah Merasa Makin Lelah

Itulah kenapa setelah rebahan berjam-jam, kadang pinggang malah sakit saat bangun. Otot yang terlalu lama diam bisa kehilangan fleksibilitas sementara dan membuat tubuh terasa “berat”.

Posisi Rebahan yang Salah Bisa Jadi Biang Kerok

Rebahan sambil main HP memang terasa nyaman, tapi posisi ini sering bikin leher dan punggung bekerja ekstra. Kepala manusia punya berat sekitar 4–5 kilogram. Saat kepala menunduk terlalu lama melihat layar, tekanan pada leher bisa meningkat berkali-kali lipat.

Belum lagi kebiasaan tengkurap sambil scrolling atau tidur dengan bantal terlalu tinggi. Posisi seperti ini bisa membuat otot leher, bahu, dan punggung tegang tanpa disadari.

Awalnya mungkin tidak terasa, tapi setelah beberapa jam tubuh mulai memberi sinyal lewat rasa pegal dan nyeri.

Rebahan Terlalu Lama Bisa Bikin Energi Malah Turun

Banyak orang rebahan karena merasa lelah, tetapi terlalu lama diam justru bisa membuat tubuh makin lesu. Ketika tubuh minim aktivitas, metabolisme ikut melambat. Oksigen dan nutrisi dalam darah tidak bersirkulasi seoptimal saat bergerak.

Akibatnya, badan terasa makin lemas dan otak jadi kurang segar. Tidak heran setelah rebahan lama, sebagian orang malah merasa malas melakukan apa pun.

Fenomena ini juga sering disebut sebagai “body inertia”, yaitu kondisi ketika tubuh terlalu nyaman diam sehingga makin sulit diajak aktif kembali.

Halaman Selanjutnya
img_title