Penanganan dan Pencegahan Serangan IBS, Apa Saja?
- https://www.pexels.com/id-id/foto/gandum-semalam-biji-bijian-serealia-sarapan-di-balkon-suasana-hati
- gula.
- sirup maple.
3. Cobalah diet eliminasi
Penting untuk mengenali pemicu yang spesifik bagi Anda. Untuk itu, dokter mungkin menyarankan diet eliminasi. Proses ini meliputi:
- menghilangkan makanan dan minuman tertentu dari pola makan Anda.
- memantau apakah gejala Anda membaik.
- memasukkan kembali makanan-makanan tersebut secara perlahan, satu per satu.
Buatlah catatan harian makanan untuk memantau apa yang Anda konsumsi serta mencatat setiap gejala IBS yang muncul. Metode ini membantu mengidentifikasi makanan atau minuman yang memicu serangan gejala Anda.
Diet eliminasi mungkin mengungkap adanya sensitivitas terhadap gluten. Jika demikian, menjalani pola makan bebas gluten dapat memperbaiki kondisi gejala Anda. Jika Anda kembali mengonsumsi gandum, jelai (barley), atau rye, gejala Anda bisa saja muncul kembali.
Demikian pula, gejala Anda mungkin membaik jika Anda menghindari sayuran yang dapat memicu gas berlebih, seperti kubis, kembang kol, dan brokoli.
4. Pertimbangkan penggunaan obat-obatan
Jika gejala Anda tidak membaik setelah melakukan perubahan pola makan, obat-obatan yang dijual bebas (OTC) maupun obat resep dapat membantu mengatasi gejala tersebut.
Suplemen serat dapat meringankan sembelit kronis. Dokter Anda mungkin juga menyarankan penggunaan obat pencahar.
Menangani serangan IBS bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama pada malam hari atau saat sedang bekerja. Jika Anda menderita IBS yang disertai diare, penggunaan obat antidiare yang dijual bebas secara berkala dapat membantu mengendalikan gejala.
Dokter mungkin meresepkan obat pengikat asam empedu untuk membantu menghasilkan tinja yang lebih padat.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan untuk mengatasi nyeri yang terkait dengan IBS. Mengingat kecemasan dan depresi dapat memperparah gejala IBS, dokter mungkin juga merekomendasikan penggunaan antidepresan.
Obat-obatan lain untuk menangani IBS meliputi:
- alosetron (Lotronex).
- eluxadoline (Viberzi).
- rifaximin (Xifaxan).
- lubiprostone (Amitiza).
- linaclotide (Linzess).
Adakah Cara untuk Mencegah Serangan IBS
Memahami cara mencegah serangan IBS dapat membantu Anda mengelola kondisi ini. Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi frekuensi serangan:
- Tingkatkan aktivitas fisik untuk mengatur kontraksi usus dan meredakan sembelit. Berolahragalah setidaknya selama 30 menit, 3 hari dalam seminggu.