5 Tujuan Tidur yang Perlu Diketahui, Apa Saja?

Tujuan tidur
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-perempuan-kaum-wanita-tempat-tidur

Penelitian menunjukkan bahwa tidur memperkuat ingatan. Tidur juga memungkinkan otak untuk menghapus atau melupakan informasi yang tidak diperlukan, yang jika tidak dibuang dapat membebani sistem saraf.

img_title 5 Mitos dan Fakta Seputar Insomnia

Tidur memengaruhi berbagai aspek fungsi otak, termasuk:

- pembelajaran.

img_title Meninggalkan Media Sosial Selama 1 Minggu Saja Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anda

- ingatan.

- kemampuan memecahkan masalah.

img_title Cara Meredakan Kecemasan di Malam Hari

- kreativitas.

- pengambilan keputusan.

- fokus.

- konsentrasi.

4. Kesejahteraan emosional

Demikian pula, tidur sangat penting bagi kesehatan emosional. Saat tidur, aktivitas otak meningkat di area-area yang mengatur emosi, sehingga mendukung fungsi otak yang sehat dan stabilitas emosi.

Area otak yang mengalami peningkatan aktivitas saat tidur meliputi:

- amigdala.

- striatum.

- hipokampus.

- insula.

- korteks prefrontal medial.

Salah satu contoh bagaimana tidur dapat membantu mengatur emosi terlihat pada amigdala. Bagian otak yang terletak di lobus temporal ini berperan dalam respons rasa takut. 

Amigdala mengendalikan reaksi Anda saat menghadapi ancaman yang dipersepsikan, seperti situasi yang penuh tekanan.

Ketika Anda mendapatkan tidur yang cukup, amigdala dapat merespons dengan cara yang lebih adaptif. Namun, jika Anda kurang tidur, amigdala cenderung bereaksi secara berlebihan.

Penelitian tahun 2017 menunjukkan adanya keterkaitan antara tidur dan kesehatan mental. Di satu sisi, gangguan tidur dapat berkontribusi pada muncul dan berkembangnya masalah kesehatan mental; namun di sisi lain, masalah kesehatan mental juga dapat memicu terjadinya gangguan tidur.

5. Pemeliharaan berat badan

Tidur memengaruhi berat badan Anda dengan cara mengatur hormon rasa lapar. Hormon-hormon ini meliputi ghrelin, yang meningkatkan nafsu makan, dan leptin, yang meningkatkan rasa kenyang setelah makan.

Kadar ghrelin menurun saat tidur karena tubuh menggunakan lebih sedikit energi dibandingkan saat Anda terjaga.

Namun, kurang tidur justru meningkatkan kadar ghrelin dan menekan kadar leptin. Ketidakseimbangan ini membuat Anda merasa lebih lapar, yang dapat meningkatkan risiko asupan kalori berlebih dan kenaikan berat badan.

Penelitian tahun 2022 menemukan bahwa kurang tidur kronis dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko:

- obesitas.

- sindrom metabolik.

- diabetes tipe 2.

Jadi itulah lima tujuan tidur yang perlu Anda ketahui. Tidak banyak yang tahu jika tidur memiliki manfaat yang penting bagi kesehatan.