Telur Baik Untuk Kesehatan, Tetapi Berapa Banyak yang Cukup?

Diet Telur
Sumber :
  • freepik.com

Olret – Tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang terkait konsumsi telur secara rutin, karena keputusan untuk mengonsumsi telur setiap hari bergantung pada pola makan secara keseluruhan, kebiasaan makan, kondisi kesehatan, serta faktor risiko individu.

img_title Peregangan Dinamis dan Statis untuk Otot Paha Bagian Dalam

Telur sering dijuluki sebagai "superfood" berkat kandungan nutrisinya yang kaya. Menurut Dr. Nguyen Quoc Anh, Wakil Kepala Departemen Biologi Molekuler dan Mikrobiologi Pangan di Institut Gizi Nasional Vietnam, telur menyediakan protein berkualitas tinggi serta rangkaian lengkap asam amino esensial—termasuk leusin—yang mendukung sintesis protein otot.

Kuning telur, khususnya, kaya akan zat gizi mikro penting seperti lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat bagi kesehatan mata; kolin yang mendukung fungsi otak dan sistem saraf; serta vitamin A, B, dan D. Satu butir telur ukuran besar dengan berat sekitar 50 gram dapat menyediakan sekitar 270 IU (unit internasional) vitamin A, 41 IU vitamin D, 6 gram protein, dan hanya 72 kalori.

img_title Apa itu Daya Tahan Otot dan Latihan untuk Meningkatkannya? Berikut Penjelasannya

Diet Telur untuk Menurunkan Berat Badan

Photo :
  • freepik.com

Terlepas dari berbagai manfaat tersebut, pertanyaan mengenai "berapa banyak telur yang cukup" masih menjadi perdebatan. Tidak ada rekomendasi yang berlaku secara universal, karena konsumsi telur perlu ditinjau dalam konteks pola makan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.
img_title 5 Latihan Mobilitas Sendi untuk Meningkatkan Fleksibilitas dan Fungsi

Hal ini menjelaskan mengapa pedoman di berbagai belahan dunia sangat beragam dan sering kali mencerminkan budaya makan di negara masing-masing. Jerman menyarankan untuk membatasi konsumsi hingga sekitar satu butir telur per minggu, Spanyol merekomendasikan hingga empat butir, sedangkan Irlandia memperbolehkan hingga tujuh butir. American Heart Association menganggap konsumsi satu butir telur per hari sebagai jumlah yang wajar bagi orang dewasa yang sehat.

Oleh karena itu, tingkat konsumsi telur yang aman bervariasi tergantung pada kelompok populasinya. Bagi orang dewasa yang sehat tanpa kondisi medis penyerta—seperti penyakit kardiovaskular, penyakit hati, atau gangguan lipid—berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi satu butir telur per hari adalah hal yang aman jika dilakukan sebagai bagian dari pola makan seimbang. Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, termasuk penderita diabetes, penyakit jantung, atau kolesterol tinggi, perlu lebih berhati-hati.

Beberapa studi observasional menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi telur dalam jumlah tinggi dan peningkatan risiko kardiovaskular pada penderita diabetes. Akibatnya, para ahli sering kali menyarankan kelompok ini untuk membatasi asupan telur hingga sekitar dua sampai tiga butir per minggu, sembari tetap memantau secara ketat asupan lemak jenuh dan kolesterol mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title