5 Mitos Seputar Skrining Kesehatan yang Terbantahkan
- https://d1vbn70lmn1nqe.cloudfront.net/prod/
Tidak mengalami gejala atau pengalaman yang persis sama dengan orang lain yang memiliki kondisi kesehatan tertentu bukan berarti Anda tidak mengidap penyakit yang sama.
4. Mitos: Saya sebaiknya mengacu pada panduan umum mengenai seberapa sering harus menjalani pemeriksaan
Panduan umum mengenai waktu pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bisa menjadi titik awal yang baik. Namun, ada banyak alasan mengapa mendapatkan saran yang lebih spesifik dari dokter itu penting.
Pertama, risiko kesehatan bersifat sangat individual. Banyak faktor pribadi, seperti gaya hidup, faktor sosial yang memengaruhi kesehatan, genetika, dan riwayat medis memengaruhi risiko Anda terhadap kondisi kesehatan tertentu.
Di sisi lain, panduan pemeriksaan kesehatan didasarkan pada penelitian yang mengacu pada angka rata-rata. Padahal, Anda secara pribadi mungkin memerlukan jadwal yang lebih disesuaikan, karena faktor-faktor seperti:
- memiliki risiko kondisi kesehatan yang lebih tinggi daripada rata-rata, sehingga pemeriksaan lebih dini atau lebih sering mungkin bermanfaat.
- memiliki risiko kondisi kesehatan yang lebih rendah daripada rata-rata, sehingga langkah pencegahan melalui pemeriksaan tertentu mungkin tidak terlalu diperlukan.
- memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi akibat prosedur pemeriksaan, sehingga Anda perlu mempertimbangkan manfaat dan risikonya bersama dokter.
Selain itu, frekuensi pemeriksaan bisa bervariasi tergantung pada otoritas kesehatan atau ahli yang Anda mintai pendapat.
Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang disesuaikan mengenai kapan sebaiknya Anda menjalani pemeriksaan untuk kondisi kesehatan tertentu.
5. Mitos: Skrining hanya untuk orang lanjut usia
Pemeriksaan kesehatan (skrining) bukan hanya untuk orang lanjut usia.
Banyak kondisi serius dapat muncul kapan saja dalam hidup, termasuk pada usia yang relatif muda. Selain itu, beberapa penyakit seperti kanker kolorektal, kanker payudara, dan kanker rahim kian sering ditemukan pada orang dewasa muda.
Untuk kondisi tertentu, seperti kanker serviks, jadwal pemeriksaan yang disarankan dimulai jauh lebih awal, misalnya pada usia sekitar 21 tahun.
Alasan penting lainnya untuk tidak menunda pemeriksaan hingga usia lanjut adalah karena sebagian orang memiliki risiko jauh lebih tinggi terhadap kondisi tertentu dibandingkan rata-rata.