5 Tips Terbaik agar Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari
- https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-perempuan-kaum-wanita-tempat-tidur
Olret – Tidur yang lebih baik mendukung kesehatan Anda secara keseluruhan, sedangkan tidur yang kurang atau berkualitas buruk dapat berdampak negatif pada suasana hati, kemampuan berpikir, kesehatan jantung, dan sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.
Anda dapat memperbaiki ritme sirkadian dengan mendapatkan paparan cahaya terang di siang hari dan membatasi paparan cahaya biru dari layar sekitar dua jam sebelum tidur.
Bangunlah kebiasaan yang mendukung kualitas tidur dengan menjaga jadwal yang konsisten, menerapkan teknik relaksasi, serta membatasi konsumsi kafein, alkohol, makanan, dan cairan menjelang waktu tidur.
Tidur yang nyenyak sama pentingnya bagi kesehatan Anda seperti halnya aktivitas fisik secara rutin dan pola makan sehat.
Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif terhadap fungsi kognitif, suasana hati, kesehatan kardiovaskular, fungsi sistem kekebalan tubuh, serta aspek-aspek kesejahteraan lainnya secara keseluruhan.
Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami obesitas dan diabetes, di antara berbagai masalah kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, mendapatkan tidur yang nyenyak merupakan salah satu langkah terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mengoptimalkan kesehatan Anda. Berikut ini lima tips terbaik agar tidur lebih nyenyak di malam hari.
1. Tingkatkan paparan cahaya terang pada siang hari
Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari alami atau paparan cahaya terang pada siang hari dapat membantu menjaga kesehatan ritme sirkadian Anda, yang pada gilirannya meningkatkan energi di siang hari serta kualitas dan durasi tidur di malam hari.
Hasil sebuah studi berskala kecil pada tahun 2022 menunjukkan bahwa paparan cahaya terang di siang hari dapat meningkatkan kualitas dan durasi tidur.
Oleh karena itu, ada baiknya Anda mendapatkan paparan sinar matahari setiap hari atau jika hal tersebut tidak memungkinkan, menggunakan perangkat maupun lampu yang memancarkan cahaya terang buatan.
Sebuah studi terdahulu pada tahun 2017 yang melibatkan lebih dari 100 pekerja kantoran menemukan bahwa mereka yang terpapar banyak cahaya di pagi hari membutuhkan waktu lebih singkat untuk tertidur di malam hari, terutama saat musim dingin.