Daftar Antidepresan: Jenis, Efek Samping, dan Lainnya
- https://static.honestdocs.id/system/
Olret – Antidepresan menyeimbangkan zat kimia otak yang disebut neurotransmiter untuk meredakan gejala depresi; tersedia beberapa golongan obat ini, termasuk SSRI, SNRI, dan MAOI.
Efek samping bervariasi antarjenis antidepresan, namun dapat mencakup mual, insomnia, atau risiko yang lebih serius seperti sindrom serotonin dan pikiran untuk bunuh diri, sehingga diperlukan pemantauan ketat oleh tenaga medis profesional.
Menemukan antidepresan yang tepat mungkin melibatkan proses coba-coba dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan secara keseluruhan, potensi efek samping, biaya obat, dan frekuensi dosis.
Setiap obat yang digunakan untuk mengobati depresi bekerja dengan menyeimbangkan zat-zat kimia tertentu di otak yang disebut neurotransmiter. Obat-obat ini bekerja dengan cara yang sedikit berbeda untuk meredakan gejala depresi Anda.
Banyak obat umum untuk depresi termasuk dalam golongan obat berikut:
- selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI).
- serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI).
- antidepresan trisiklik (TCA).
- antidepresan tetrasiklik.
- monoamine oxidase inhibitors (MAOI).
- antagonis noradrenergik.
Tersedia pula antidepresan atipikal, yang tidak termasuk dalam golongan obat-obat tersebut.
1. Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI)
SSRI adalah golongan antidepresan yang paling sering diresepkan untuk mengatasi depresi.
Ketidakseimbangan serotonin dapat berperan dalam terjadinya depresi, dan obat-obatan ini meredakan gejala depresi dengan cara menghambat penyerapan kembali (reuptake) serotonin di otak. Efek ini membuat lebih banyak serotonin tersedia untuk bekerja di otak Anda.
Obat-obatan golongan SSRI meliputi:
- sertraline (Zoloft).
- fluoxetine (Prozac).
- citalopram (Celexa).
- escitalopram (Lexapro).
- paroxetine (Paxil, Brisdelle).
- fluvoxamine (Luvox).
Efek samping umum dari SSRI meliputi:
- mual.
- gangguan tidur.
- rasa gelisah.
- tremor.
- penurunan fungsi seksual.
2. Serotonin and Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRI)
SNRI membantu meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin di otak Anda, yang dapat mengurangi gejala depresi. Obat-obatan ini meliputi:
- venlafaxine (generik).
- desvenlafaxine (Pristiq).
- duloxetine (Cymbalta).
- levomilnacipran (Fetzima).
Selain untuk mengobati depresi, duloxetine juga dapat meredakan nyeri. Hal ini penting karena nyeri kronis dapat menyebabkan depresi atau memperparah kondisi tersebut. Pada beberapa kasus, penderita depresi menjadi lebih peka terhadap rasa nyeri atau sakit pada tubuh.
Efek samping umum dari SNRI meliputi:
- mual.
- rasa kantuk.
- kelelahan.
- sembelit.
- mulut kering.
3. Antidepresan trisiklik (TCA)
Dokter mungkin meresepkan TCA jika SSRI atau antidepresan lainnya tidak memberikan hasil. Obat-obatan ini membantu meningkatkan kadar neurotransmiter seperti norepinefrin dan serotonin di dalam otak.
Jenis-jenis TCA meliputi:
- amitriptilin (generik).
- amoksapin (generik).
- klomipramin (Anafranil).
- desipramin (Norpramin).
- doksepin (Silenor).
- imipramin (generik).
- nortriptilin (generik).
- protriptilin (generik).
- trimipramin (generik).
Efek samping umum dari TCA dapat meliputi:
- sembelit.
- mulut kering.
- kelelahan.
- pandangan kabur.
Pada kasus yang jarang terjadi, obat-obatan ini dapat menyebabkan efek samping serius, seperti:
- tekanan darah rendah.
- denyut jantung tidak teratur.
- kejang.
4. Antidepresan tetrasiklik
Antidepresan tetrasiklik seperti mirtazapine (Remeron) digunakan untuk mengobati depresi dan kecemasan. Obat ini bekerja dengan menyeimbangkan neurotransmiter untuk meredakan gejala depresi.
Efek samping umum dari obat ini meliputi:
- rasa kantuk.
- kelemahan.
- rasa pusing atau melayang.
- sakit kepala.
- pandangan kabur.
- mulut kering.
5. Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOI)
MAOI adalah jenis obat lama untuk mengobati depresi. Obat ini bekerja dengan cara menghambat penguraian norepinefrin, dopamin, dan serotonin.
Penggunaan obat ini lebih sulit dibandingkan kebanyakan antidepresan lainnya karena adanya interaksi dengan berbagai obat resep, obat bebas, serta jenis makanan tertentu. Selain itu, obat ini tidak boleh dikombinasikan dengan stimulan atau antidepresan lain.
Contoh obat golongan MAOI meliputi:
- isocarboxazid (Marplan).
- phenelzine (Nardil).
- selegiline (Zelapar, Emsam).
- tranylcypromine (Parnate).
MAOI juga dapat menimbulkan berbagai efek samping, antara lain:
- mual.
- pusing.
- rasa kantuk.
- gangguan tidur.
- gelisah.
6. Antidepresan atipikal
Obat depresi lainnya tidak termasuk dalam golongan obat yang umum. Tergantung pada kondisi Anda, dokter mungkin meresepkan salah satu dari antidepresan atipikal berikut ini:
- nefazodone (generik).
- trazodone (Raldesy).
- vortioxetine (Trintellix).
- bupropion (Wellbutrin SR atau XL).
- kombinasi olanzapine (Zyprexa) dan fluoxetine.
Dokter dapat membantu Anda memahami apakah pengobatan alternatif merupakan pilihan yang tepat bagi Anda.
Jadi itulah penjelasan mengenai daftar antidepresan terkait jenis, efek samping, dan lainnya. Antidepresan memiliki banyak jenis dan di antara banyak jenis tersebut terdapat efek samping yang bisa berakibat buruk bagi kesehatan.